Popular posts

Showing posts with label Pramuka. Show all posts

Raimuna Daerah KALTIM 2014

Wednesday, 26 November 2014
Posted by Unknown

Raimuna Daerah Kalimantan Timur

Salam Pramuka !

Perkemahan Wirakarya Daerah Kalimantan Timur telah usai..kegiatan yang menitikberatkan pada Bakti Masyarakat ini berjalan dengan lancar dan sukses. Pasti masih ingatkan serunya ikut terjun langsung membangun masyarakat, sebagai anggota Pramuka pastinya bangga dong..

Dalam setiap kegiatan pasti tidak semua Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dapat ikut serta dikarenakan seleksi. Nah bagi kakak-kakak yang kemarin tidak bisa berpartisipasi di PWD Kaltim Tahun 2014, akhir tahun ini sesuai Program Kerja Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Timur Tahun 2014 kembali akan mengadakan perkemahan besar yaitu Raimuna Daerah. Yes !

Raimuna Daerah Kalimantan Timur Tahun 2014 yang disingkat Raida Kaltim 2014 akan diadakan di Venue Dayung Waduk Manggar Kota Balikpapan KM 12, tanggal 27 s.d 31 Desember. Yap ! selain kita akan melewati malam pergantian tahun dengan seluruh perwakilan peserta se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, para peserta akan disungguhkan kegiatan yang tidak kalah seru dan menantang dengan kegiatan PWD Kaltim yang lalu.


Salam Pramuka.
Salam Hangat dan Sahabat.

Source : Dekadekaltim.blogspot.com

Logo RAIDA KALTIM 2014


berikut adalah logo dari RAIDA DAERAH KALTIM Tahun 2014 yang akan dilaksanakan di Balikpapan, venue Dayung KM. 12 Waduk Manggar

Pramuka Garuda

Monday, 27 October 2014
Posted by Unknown

Pramuka Garuda ialah tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega). Pramuka Garuda diatur dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 101 tahun 1984 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pramuka Garuda. Seorang peserta didik yang telah mencapai tingkatan terakhir dalam golongannya, dan telah memenuhi persyaratan untuk menjadi Pramuka Garuda, berhak mengajukan permohonan kepada Kwartir melalui pembina gudepnya untuk dapat mengikuti uji kelayakan untuk dapat naik ke tingkatan Garuda. Setelah mengajukan permohonan, Kwartir akan mengevaluasi peserta didik itu tentang kelayakan, baik dalam segi mental, ataupun sisi kelayakan persyaratan. Setelah dinilai cakap dan memenuhi persyaratan, calon Pramuka Garuda akan wawancarai oleh tim penguji yang terdiri dari tokoh kwartir, gugus depan, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat. Setelah lulus tes wawancara dan tes kecakapan, seorang peserta didik akan dilantik menjadi Pramuka Garuda. Pelantikan biasanya diselenggarakan bertepatan dengan hari yang bermakna khusus, baik bagi peserta didik tersebut ataupun bagi Gerakan Pramuka, semisal: hari ulang tahun atau Hari Pramuka. Pelantikan umumnya dihadiri oleh Tim Penguji, orang tua dan tokoh Pramuka. Daftar isi [sembunyikan] 1 Syarat Pramuka Garuda 1.1 Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Siaga 1.2 Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penggalang 1.3 Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penegak 1.4 Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Pandega 2 Medali Garuda 2.1 Cara mengenakan medali 3 Catatan Kaki Syarat Pramuka Garuda[sunting | sunting sumber] Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Siaga[sunting | sunting sumber] Seorang Pramuka Siaga ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:[1] Menjadi contoh yang baik dalam Perindukan Siaga, di rumah, di sekolah atau di lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Dwisatya dan Dwidarma. Telah menyelesaikan SKU tingkat Siaga Tata. Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Siaga, sedikit-dikitnya enam macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus. Dapat menunjukkan hasta karya buatannya sendiri sedikit-dikitnya sembilan macam dengan menggunakan sedikit-dikitnya tiga macam bahan. Pernah mengikuti Pesta Siaga, sedikitnya dua kali. Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung yang rajin dan teratur. Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni budaya. Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penggalang[sunting | sunting sumber] Seorang Pramuka Penggalang ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:[1] Menjadi contoh yang baik dalam Pasukan Penggalang, di rumah, di sekolah atau di lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma. Telah menyelesaikan SKU tingkat Penggalang Terap. Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Penggalang, sedikit-dikitnya sepuluh macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus, sedikitnya satu macam TKK tingkat Utama dan dua macam TKK tingkat Madya, yaitu : Lima buah TKK wajib yang dipilih di antara: TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. TKK Pengatur Rumah TKK Juru Masak. TKK Berkemah. TKK Penabung. TKK Penjahit. TKK Juru Kebun TKK Pengaman Kampung TKK Pengamat TKK Bidang Olah Raga, misalnya gerak jalan, berenang, dan lain-lain. Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilih di antara TKK yang telah ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Dapat menunjukkan hasta karya buatannya sendiri sedikit-dikitnya sepuluh macam dengan menggunakan sedikit-dikitnya lima macam bahan. Pernah mengikuti Jambore, Perkemahan, Bakti dan Lomba Tingkat. Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung yang rajin dan teratur. Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni budaya. Dapat menjalankan salah satu cabang olah raga, misalnya atletik, renang, senam, bela diri, gerak jalan atau cabang olah raga lainnya. Telah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penegak[sunting | sunting sumber] Seorang Pramuka Penegak ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:[1] Menjadi contoh yang baik dalam gugusdepan, di rumah, di sekolah, di tempat kerja atau di dalam masyarakat, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma. Memahami Undang-undang Dasar 1945. Telah menyelesaikan SKU tingkat Penegak Laksana. Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Penegak, sedikit-dikitnya sepuluh macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus, sedikitnya satu macam TKK tingkat Utama dan tiga macam TKK tingkat Madya, yaitu : Lima buah TKK wajib yang dipilih di antara : TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. TKK Pengatur Rumah TKK Juru Masak. TKK Berkemah. TKK Penabung. TKK Penjahit. TKK Juru Kebun TKK Pengaman Kampung TKK Pengamat TKK Bidang Olah Raga, misalnya gerak jalan, berenang, dan lain-lain. Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilih di antara TKK yang telah ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Sedikit-dikitnya sudah tiga kali mengikuti pertemuan-pertemuan Pramuka untuk golongan Penegak, di tingkat ranting, cabang, daerah, nasional atau internasional. Tergabung dalam Satuan Karya Pramuka, dan dapat menyelenggarakan suatu proyek produktif yang bersifat perorangan atau bersifat bersama, sesuai dengan Satuan Karya yang diikutinya. Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung Tabanas yang rajin dan teratur. Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni budaya, atau membantu menyelenggarakan pertunjukan kesenian. Dapat menjalankan dan memimpin salah satu cabang olah raga, yang dipilih dari cabang olahraga atletik, renang, senam, bela diri, gerak jalan atau cabang olah raga lainnya. Pernah ikut serta dalam kegiatan memikirkan, merencanakan, melaksanakan dan menilai kegiatan pembangunan masyarakat di lingkungannya. Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Pandega[sunting | sunting sumber] Seorang Pramuka Pandega ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : [1] Menjadi contoh yang baik di rumah, di sekolah/perguruannya, di tempat kerja atau di dalam masyarakat, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma. Memahami Undang-undang Dasar 1945 dan GBHN. Telah menyelesaikan SKU tingkat Pandega. Sedikit-dikitnya telah tiga kali mengikuti acara yang dipilihnya di antaranya : Pertemuan Pramuka untuk golongan Penegak dan Pandega di tingkat ranting, cabang, daerah, nasional atau internasional. Perkemahan Wirakarya atau Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Dirgantara, Bahari, Bayangkara, Tarunabumi, Wanabakti, Kencana, dan saka lainnya di ranting, cabang, atau daerah. Integrasi masyarakat atau peninjauan proyek-proyek kegiatan, atau kunjungan timbal balik di antara Pramuka Pandega antar gugusdepan, ranting, cabang, daerah atau nasional baik secara perorangan maupun secara bersama dalam ikatan satuan, dan membuat laporannya. Sedikit-dikitnya sudah tiga kali ikut membuat perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengawasan, penilaian dan penyelesaian salah satu atau gabungan dari kegiatan-kegiatan di bawah ini: Pesta Siaga. Perkemahan Penggalang. Raimuna, Perkemahan Wirakarya, Muspanitera, atau Pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega lainnya. Sedikit-dikitnya telah tiga kali ikut membantu salah satu kegiatan masyarakat, peringatan, peralatan, proyek pembangunan dan lain-lain. Medali Garuda[sunting | sunting sumber] Bentuk penghargaan bagi Pramuka Garuda berbentuk medali, memiliki pita dengan warna pinggiran putih dan warna garis tebal di tengah merah, di ujung pita terdapat medali yang terbuat dari metal berbentuk segi lima bergambarkan Burung Garuda yang memiliki tunas kelapa di dadanya, dan memegang pita bertuliskan: "SETIA, SIAP, SEDIA" yang menggambarkan sikap yang dimiliki setiap Pramuka Garuda. Cara mengenakan medali[sunting | sunting sumber] Medali dikalungkan dengan pita berada di bawah kacu/pita leher dengan ujung medali berada di luar, di depan kacu/pita leher dan bila dikalungkan berada tepat di ujung tulang dada. Hanya dikenakan pada upacara resmi. Warna dasar bagi medali tadi beragam, sesuai dengan warna dasar golongan. Bagi Siaga Garuda berwarna hijau, bagi Penggalang Garuda berwarna merah, bagi Penegak Garuda berwarna kuning, bagi Pandega Garuda berwarna cokelat. Source Wikipedia

Arti dan Syarat Penegak Laksana

Monday, 26 May 2014
Posted by Unknown
Salam Pramuka!!
kali ini saya ingin memposting perihal dengan pramuka penegak laksana. seperti yang kita tau bahwa di dalam kepenegakkan ada 2 tingkatan yang terkandung didalamnya yaitu penegak bantara dan juga penegak laksana, sedangkan untuk pramuka garuda itu dikategorikan untuk seorang pramuka yang sudah benar-benar berprestasi. berikut kita ulas tentang penegak laksana.

Arti Laksana

kata laksana sendiri sebenarnya adalah kata yang berasal dari bahasa indonesia dapat melaksanakan apa yang harus, dan perlu dilaksanakan dan dapat menjadi teladan anggota lain yang berada di bawah binaan penegak LAKSANA.
 LAKSANA dituntut memiliki keterampilan yang berguna bagi masyarakat luas, memiliki keahlian olahraga dan fisik yang kuat.

Syarat Laksana
Untuk mencapai tingkat Penegak Laksana, seorang Pramuka Penegak Bantara harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut (SKU sebagai acuan utama) :
  • Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan sebagai Penegak Bantara.
  • Dapat memberi penjelasan tentang Dasa Darma dan Tri Satya.
  • Tahu sejarah pendidikan kepramukaan di Indonesia, dan peranannya dalam pembangunan bangsa dan negara dewasa ini.
  • Tahu tentang gerakan kepramukaan sedunia, dan tentang cita-cita persaudaraan Pramuka sedunia.
  • Mengetahui tentang Perserikatan Bangsa-bangsa dan tentang beberapa badan yang terdapat dalam organisasi itu.
  • Bersungguh-sungguh mengamalkan Pancasila.
  • Dapat dengan hafal menyanyikan lagu-lagu di muka orang banyak sedikitnya lagu-lagu yang disyaratkan untuk SKU tingkat Penggalang Rakit.
  • Tahu tentang upacara-upacara adat di daerahnya ; misalnya upacara perkawinan, khitanan, penerimaan tamu terhormat, dll.
  • Tahu cara merawat dan mengebumikan jenazah.
  • Dapat memimpin barisan Pramuka.
  • Dapat memberi pertolongan pertama pada kecelakaan.
  • Jika di tempat tinggalnya ada pesawat telepon, dapat menggunakannya secara baik.
  • Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang, dan melakukan salah satu cabang olahraga lain lagi serta tahu peraturan permainannya.
  • (a) Untuk puteri : Mengurus suatu rumah tangga selama 2 hari berturut-turut. (b) Untuk putera : Berjalan kaki selama 2 hari berturut-turut.
  • Dapat menampilkan satu macam kegiatan seni budaya di hadapan pramuka-pramuka atau di hadapam penonton-penonton lain.
  • Menjalankan suatu proyek produktif di bidang pertanian, bidang industri atau di bidang lain, secara perorangan atau bersama-sama orang lain, dan dapat memperlihatkan hasil karyanya.
  • Mengadakan peninjauan di wilayah kelurahan tempat tinggalnya untuk mempelajari masalah-masalah pembangunan, membuat laporan peninjauannya, lengkap disertai kesimpulan-kesimpulan dan saran-saran.
  • Sekurang-kurangnya 2 kali pernah ikut serta kerja bakti gotong royong yang ditugaskan oleh Pembinanya, di sekolahnya, di kampungnya, di tempat ibadat, atau di tempat lain; dan pernah membantu lembaga seperti PMI, LSD, Bimas, PKK, Karang Taruna, atau lain sebagainya.
  • Dapat merencanakan, mempersiapkan, serta memimpin rapat, dan dapat membuat risalah rapat.
  • (a) Memiliki buku Tabanas, dan sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabungan itu selama sekurang-kurangnya 8 minggu sejak menjadi Penegak Bantara, dan sebagian daripada uang itu diperoleh dari usahanya sendiri. (b) Untuk putera : Berjalan kaki selama 2 hari berturut-turut.
  • Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, dengan uang yang seluruhnya diperolehnya dari usahanya sendiri.
  • Pernah membantu dalam menjalankan administrasi keuangan Gugusdepannya, atau administrasi keuangan lainnya.
  • Membantu Pembina Siaga atau Pembina Penggalang dalam membina para Pramuka di Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang.
  • Memiliki sedikitnya satu Tanda Kecakapan Khusus.
  • Keagamaan (sesuai agama masing-masing)



  • Untuk Penegak yang beragama Islam:
    • Tahu syarat-syarat, rukun-rukun, dan yang membatalkan salat, serta melakukan salat sehari-hari.
    • Mengetahui riwayat Nabi Muhammad saw.
  • Untuk Penegak yang beragama Katolik:
    • Dapat memimpin do’a dan bernyanyi bersama.
    • Dapat menolong orang sakit secara rokhaniah (sakramen orang sakit)
    • Memahami arti kematian.
    • Tahu beberapa lagu untuk jiwa-jiwa orang meninggal.
  • Untuk Penegak yang beragama Protestan :
    • Turut serta dalam kesaksian dan pelayanan Gereja sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
    • Bersedia mengikuti pengajaran agama (Katekhesasi).
  • Untuk Penegak yang beragama Hindu:
    • Tahu arti Dhayana, Yoga, Samadhi.
    • Dapat menjelaskan istilah-istilah tersebut dalam SKU untuk Pramuka golongan Siaga, golongan Penggalang, dan golongan Penegak di bidang pendidikan agama Hindu.
  • Untuk Penegak yang beragama Budha :
    • Tahu arti Panca Sadha.
    • Dapat menjelaskan istilah-istilah tersebut dalam SKU untuk Pramuka golongan Siaga, golongan Penggalang, dan golongan Penegak di bidang pendidikan agama Budha.

Referensi

  • SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 088/KN/1974 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Syarat-syarat Kecakapan Umum.
  • SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 058 Tahun 1982 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Kecakapan Umum.

Perkemahan Wirakarya

Monday, 28 April 2014
Posted by Unknown


 Salam Pramuka!!
kali ini saya mau mendeskripsikan tentang perkemahan wirakarya gerakan pramuka, sudah pada tau atau belum? :D
langsung aja kita bahas artikel kali ini. :)


Perkemahan Wirakarya, Kemah Bakti, atau biasa disingkat PW adalah pertemuan Pramuka Penegak atau Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengadakan integrasi dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat. PW diseleng garakan oleh semua jajaran kwartir secara reguler, khusus untuk PW Nas, diselenggarakan apabila dipandang perlu
Perkemahan Wirakarya atau Kemah Bakti merupakan salah satu wadah kegiatan untuk mewujudkan tujuan di atas yaitu membangun dan menguatkan semangat kebangsaan serta semangat kepedulian yang menjadi komitmen kuat seluruh pemuda bersama unsur pendukungnya.

Tujuan

Dengan prinsip 7M (mendidik, mudah, murah, manfaat, massal, mitra, media), kemah bakti tersebut bertujuan untuk memperkenalkan teknologi tepat guna yang dibutuhkan masyarakat, seperti misalnya penyulingan air sederhana.

Peserta

  1. Peserta Perkemahan Wirakarya Nasional adalah para Pramuka Penegak dan Pandega dari daerah-daerah dan mereka yang diundang.
  2. Peserta Perkemahan Wirakarya Daerah adalah para Penegak dan Pandega dari Daerah yang bersangkutan dan dari Daerah-daerah lain yang diundang dan yang berminat.
  3. Peserta Perkemahan Wirakarya Cabang adalah para Penegak dan Pandega dari Cabang yang bersangkutan dan dari Cabang-cabang lain yang diundang dan yang berminat.
  4. Peserta Perkemahan Wirakarya Kecamatan adalah para Penegak dan Pandega dari Kecamatan yang bersangkutan dan dari Kecamatan-kecamatan lain yang diundang dan yang berminat.

Tingkatan

  • Perkemahan Wirakarya Kecamatan
  • Perkemahan Wirakarya Cabang (Kwartir Cabang)
  • Perkemahan Wirakarya Daerah (Kwartir Daerah)
  • Perkemahan Wirakarya Nasional (Kwartir Nasional)

Arti kata Bantara


TingkatanPenegakBantara.jpg

Salam Pramuka!!
balik lagi nih kakak-kakak kali ini kita akan membahas tentang penegak bantara, dan untuk bahasan penegak laksana dan garuda akan kita bahas nanti ya. :)
mungkin kakak-kakak yang ingin naik tingkat ke bantara ada baiknya kita harus memahami apa arti kata bantara, dan kiasan yang terdapat hipolet bantara itu sendiri adar pelantikannya lebih afdhol, ilmunya dapat, keseruan juga dapat. :D
langsung aja, lets check it out

Pramuka Penegak Bantara

Penegak Bantara adalah tingkatan Syarat-syarat Kecakapan Umum pertama dalam satuan Pramuka Penegak sebelum Penegak Laksana. Golongan Pramuka Penegak yang belum menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Bantara belum dianggap sebagai Pramuka Penegak dan disebut sebagai “Tamu Ambalan”, atau “Tamu Penegak”

sejarah bantara
bantara bersaal dari bahasa sansekerta yaitu pengawal atau ajudan, pengawal dapat diarti
1.      Pengawal yang tugasnya untuk mengawal dan menjaga tegak dan lestarinya pancasila, trisatya dan dasa darma
2.      Pengawal para prajurit seperti presiden
3.      Pengawal terhadap pembanguan yang sudah dan sedang dilaksanakan
Arti tanda penegak bantara
1.       warna hijau melambangkan kesuburan dan kemakmuran berarti seorang BANTARA harus menjaga kesuburan dan kemakmuran Negara kesatuan republic Indonesia dan warna hijau melambangkan diri yang berkembang yang selalu tumbuh untuk mencari tau banyak hal untuk kemajuan Negara
2.       dua tunas kelapa melambangkan keseimbangan pramuka penegak putra dan putrid
3.       bintang melambangkan seorang penegak bantara harus bertakwa kepada tuhan yang maha esa
4.       warna kuning melambangkan keluhuran dan kejayaan pramuka
kakak-kakak sekalian yang harus kita garis bawahi adalah arti kata bantaranya itu sendiri, arti kata tersebut memiliki arti yang berbeda-beda, kal seperti yang di jelaskan diatas bahwa bantara itu berasal dari kata sansekerta yang berarti ajudan atau pembantu, lain halnya dengan dari bahasa jawa yaitu bantaran atau jembatan yang berarti menopang orang lain, lain juga dengan yang versi singkatan yaitu : BANTARA= BAntuan TenagA RAkyat. terlepas dari semua itu, tujuan para pramuka bantara tetap satu, yaitu bisa menjadi panutan di depan dan menjadi para kusuma bangsa yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.
untuk postingan kali ini cukup sampai di sini dulu, terimakasih atas kunjungannya, dan jangan lupa balik lagi. :D
Salam Pramuka!!

Ka, Raimuna itu apa sih?

Saturday, 26 April 2014
Posted by Unknown

SALAM PRAMUKA!!
Selamat datang di blog ane yang sederhana dan tidak terlalu mewah ini, tetapi insya allah akan tetap menjadi tempat berbagi ilmu dan sharing kepada teman-teman :)
kali ini saya akan membahas tentang Raimuna, berhubung saya juga anggota pramuka yang sampai sekarang masih aktif hehe. sebagai basa-basi kita pada kali ini, saya ingin berkata mungkin kakak-kakak (khas pramuka :D) sering mendengar kata-kata Raimuna, bagi yang belum mengerti apa itu raimuna, kita akan membahasnya pada artikel kali ini, silahkan disimak :)

Apa sih Raimuna?

Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang di Indonesia diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka. Raimuna diselenggarakan mulai dari tingkat Kwartir Ranting (kecamatan) hingga tingkat nasional.
Kata Raimuna berasal dari bahasa Ambai, Daerah Yapen Timur, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Kata Raimuna merupakan gabungan dua kata yaitu "Rai" dan "Muna". "Rai" berarti sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan bersama. Sedangkan "Muna" adalah daya kekuatan jiwa seseorang yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan. Raimuna memiliki arti sekelompok orang yang hidup dalam suatu kekuatan dengan dijiwai oleh sesuatu daya kekuatan yang selalu memberi semangat tinggi dalam mencapai tujuan tertentu.

Tingkatan Raimuna

Raimuna di tingkat Kwartir Ranting disebut Raimuna Ranting atau biasa disingkat dengan Rairan. Raimuna Ranting diselenggarakan setiap 1 tahun sekali. Peserta dari Raimuna Ranting adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega perwakilan dari masing-masing gugusdepan (Ambalan Penegak atau Racana) dalam wilayah Kwartir Ranting (kecamatan) tersebut.
Raimuna di tingkat Kwartir Cabang (kabupaten atau kota) disebut Raimuna Cabang atau biasa disingkat dengan Raicab. Raimuna Cabang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Raimuna Cabang diikuti oleh Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega perwakilan dari masing-masing Kwartir Ranting yang terdapat dalam wilayah Kwartir Cabang (kota) tersebut.
Raimuna di tingkat Kwartir Daerah (provinsi) disebut Raimuna Daerah atau biasa disingkat dengan Raida. Raimuna Daerah diselenggarakan setiap 3 tahun sekali. Raimuna Daerah diikuti oleh Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega perwakilan dari masing-masing Kwartir Cabang yang terdapat dalam wilayah Kwartir Daerah (provinsi) tersebut.
Raimuna di tingkat Kwartir Nasional disebut Raimuna Nasional atau biasa disingkat dengan Rainas. Raimuna Nasional diadakan setiap 4 tahun sekali. Raimuna Nasional diikuti oleh Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega perwakilan dari masing-masing Kwartir Daerah (provinsi). Perwakilan masing-masing provinsi ini biasanya diambilkan dari masing-masing Kwartir Daerah (kabupaten).

Kegiatan dalam Raimuna

Raimuna adalah kegiatan pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, yang bersumber pada nilai-nilai:
  1. Filsafat Pancasila dan agama;
  2. jiwa perjuangan 1945;
  3. persahabatan dan kekeluargaan;
  4. perkembangan ekonomi, sosial, dan teknologi;
  5. seni budaya, kesehatan, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan hidup;
  6. keamanan dan ketertiban masyarakat;
  7. adat-istiadat dan tata susila;
  8. kepemimpinan dan kewirausahaan.
Kegiatan dalam raimuna itu perlu juga disesuaikan dengan aspirasi pemuda-pemudi Indonesia pada umumnya, minat, kebutuhan, dan kemampuan para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, serta kepentingan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Maka, dalam raimuna supaya diadakan acara kegiatan bakti kepada masyarakat yang sifatnya tidak lebih luas daripada kegiatan Perkemahan Wirakarya. Kegiatan-kegiatan dalam raimuna dititik beratkan pada peningkatan kemantaban mental, fisik, pengetahuan, keterampilan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.

Daftar pelaksanaan Raimuna Nasional

Berikut adalah daftar pelaksanaan Raimuna Nasional di Indonesia:
No Tahun Tempat pelaksanaan Waktu pelaksanaan
1 1969 Cimanggis, Bogor, Jawa Barat 21 - 26 Agustus 1969
2 1972 Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali 14 - 23 Agustus 1972
3 1976 Karangkates, Kabupaten Malang Jawa Timur 14 - 24 September 1976
4 1982 Cibubur, Jakarta 7 - 14 Agustus 1982
5 1987 Cibubur, Jakarta 14 - 21 Desember 1987
6 1992 Cibubur, Jakarta 3 - 12 Juli 1992
7 1997 Cibubur, Jakarta 1 - 10 Juli 1997
8 2003 Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta 8 - 17 Juli 2003 [1]
9 2008 Cibubur, Jakarta 27 Juni - 7 Juli 2008 [2]
10 2012 Jayapura, Papua 8 Oktober - 15 Oktober 2012


dan kemungkinan besar insya allah Raimuna Nasional 2016 akan di adakan di kota balikpapan provinsi Kalimantan Timur.
mungkin untuk postingan kali ini, hanya ini yang bisa saya berikan, terimakasih atas kunjungannya dan jangan lupa balik lagi. :)
SALAM PRAMUKA !!

Tri Satya Dan Dasa Dharma

Sunday, 4 August 2013
Posted by Unknown
ini sekedar ngeshare apa yang biasa anak pramuka hafalkan mudahan bermanfaat untuk anak-anak pramuka.
 Tri satya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersunguh-sungguh  Menjalankan kewajibanku terhadap tuhan dan Negara kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila.  Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.  Menepati Dasa Darma.
 Dasa dharma, Pramuka itu:
1. Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.
3. Patrio yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, terampil dan gembira.
7. Hemat cermat dan bersahaja.
8. Disiplin, berani dan setia. 
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.